Aku kesal gagal menjadi Maba Tahun ini

iislamiyahsmkn1tt@gmail.com
Di pertengahan tahun 2019, tepatnya tanggal 9 Juli 2019. titik penentuan dimana aku mau ke depan untuk menggapai cita-citaku. keinginan dan hasrat yang tinggi untuk menjadi seorang maba di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Riau. Pada tanggal 9 Juli 2019, banyak orang yang lagi dibanjiri kata selamat dan juga kata semangat. dan sayangnya aku mendapatkan kata semangat, rapuh dan seakan remuk segala yang ada dipikiranku. Aku merasa sangat kecewa dan merasa gagal, sempat ingin menangis tapi aku malu dan hanya bisa kutahan. Namun, perlahan-lahan Aku tidak kuat untuk menahan tetesan air mata. Ibuku, bertanya kepadaku "gimana, lulus?", dan aku menjawabnya "Tidak", kujawab pertanyaan itu dengan sejuta rasa bersalah dan juga menahan tangisan. Aku berusaha tegar dan menerima semua ini. Namun aku sangat kesal sekali di tahun ini, aku langsung tidak bergairah untuk melakukan apa apaa, sampai saat ini pada saat aku menulis blog ini.

Dan yang paling aku kesalkan, aku tidak mengambil jalur mandiri di PTN lain. sungguh sayang bukan, padahal peluang aku untuk lulus itu sangat mudah. kenapa? sedangkan saja temanku yang diluar ranking sepuluh besar bisa, tidak mungkin aku tidak bisa, ini adalah kekesalanku. aku harus memendam hasrat untuk menjadi maba tahun 2019. kalian tahu bagaimana rasanya berapa diantara pilihan yang sulit ? hatiku ingin memutuskan untuk mengambil perguruan tinggi swasta, tapi pikiranku berkata lain. dimana dengan keadaan orang tuaku, ini pasti sulit untuk mereka. Dan pada akhirnya aku memutuskan untuk lanjut di tahun depan, sebenarnya aku sangat minder dan ragu untuk kuliah di tahun depan. pertama, aku minder dengan umurku, kedua aku takut karena minder semangatku berkurang, ketiga aku takut gimana kedepannya. Dan yang paling buat aku sedih teman seangkatanku menjadi seniorku nanti bahkan sepupuku yang selalu sama aku. Betapa sedihnya aku ditinggal oleh mereka.

Sedihnya di putusin pacar kalian pasti pernah ngerasain? galau berat? dan semacam itulah. mau ngapa-ngapain jadi mager dan badan jadi gak feet. mau keluar rumah aja males, buka sosial media cuma isinya maba. mungkin gak cuma aku yang ngerasain ini, ratusan ribu orang juga ngerasain hal yang sama. Tapi ini tahun dimana aku paling sedih, kalau punya tabungan dan uang  banyak gak bakalan pusing seperti ini, bisa masuk kemana aja bebas. Kalau Aku bingung antara keinginan yang kuat sama keadaan orang tua. kalau aku maksain untuk ambil swasta aku egois dan tidak pikir orang tua. emang ibuku bilang kuliah lokal saja deket dan biasa sambil kerja. Cuman aku pikir lagi, kalau aku kuliah lokal uang masuk 5 jutaan dan hanya D3. mending aku kuliah swastakan. Tapi kalau aku pikir lagi kuliah swasta keknya gak mampu orang tuaku, aku paling gak bisa liat orang tua itu ngeluh. aku sadar kalau selama ini udah banyak nyusahin.

Aku emang masih sedih, masih galau, dan  masih bingung. Tapi semua aku pasrahkan sama YAng Maha Kuasa, segala sesuatu telah ditentukan oleh-Nya. sebagai manusia kita hanya bisa menerima dengan lapangan dada, semoga kedepannya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. didalam usaha pasti ada kegagalan, mulai dari sini Aku mulai belajar untuk menerima semua keadaan. Aku sangat berterimakasih sama semua orang yang meyakinkanku dan menyemangatiku. Buat kalian yang Maba tahun ini selamat ya, semoga menjadi kebanggaan keluarga, bangsa dan negara. jangan sia-siain usaha kalian untuk bisa jadi maba, aku iri sama kalian jujur aku iri, iri liat kalian udah jadi maba masuk perguruan tinggi sedangkan aku masih belum bisa. Yang masih bernasib sama denganku tetap semangat dan optimis pasti ada jalan. Persiapkan diri untuk tahun depan dan tetap bisa menjadi inspirasi bagi semua orang. Aku yakin kita bisa melewati ini mesti berat rasanya. Tapi aku yakin dibalik ini semua ada hikmah yang lebih baik untuk diriku. selamat berjumpaa di Tahun Depan.....




Salam manis untuk Anda yang membaca ini 

Comments